Haruna yang sedang mengunyah cireng, tiba-tiba menghentikan kunyahannya. Matanya menatap ke depan di mana Aldo dan Lissa sedang bermain ayunan sambil tertawa senang. Namun, berbeda dengan dirinya kini yang entah sejak kapan selalu merasa sakit setiap Sopian membicarakan wanita itu. Wanita yang sudah menjadi mantannya kini. Mata Haruna perlahan memanas, dia mendongakkan kepalanya menatap langit yang sedikit mendung, dan berangin serta menerpa wajahnya. “Na, lo dengar gak apa yang gue bilang barusan?” ucap Sopian melirik Haruna yang sedang mendongak. “Bukan hanya dengar, Pi. Hati gue juga sakit dengar ucapan lo,” sahut batin Haruna yang sedang mati-matian menahan agar air matanya tak tumpah. “Iyaaaa, gue dengar. Lo ngomong kencang begitu!” kata Haruna dengan kepala masih mendongak. Sopian

