"Aku kedinginan." Zafier melirik singkat disela kegiatannya mengacingkan kemejanya yang basah ke tubuh Shine untuk menutupi gaun bagian atasnya. "Kau terlalu sok-sokan mau cium aja pakai aksi teatrikal begitu. Sekalipun di darat, aku pasti akan tetap membalasnya bahkan lebih brutal." Shine mencebik, mencubit bibir Zaf kesal. "Kau memang tukang cari kesempatan!" Zaf menarik tangan Shine dengan senyuman miring, setelah selesai mengancingnya, dia merangkul Shine dan membawanya menuju ke lift. "Ayo kita ke kamar." "Kamarnya siapa?" "Kamarku pemandangannya lebih bagus," tawar Zaf, Shine melotot. "Tempat tidurnya juga lebih besar." "Cih, memangnya aku peduli sebesar apa tempat tidurmu!" Cibirnya, lalu memperhatikan Zaf yang bertelanjang d**a. "Kau memang senang ya pamer otot?!" "Tidak!"

