Florida, Amerika Serikat Lize mengangkat pandangannya ke atas, satu tangannya memegangi topi pantai yang menghalau pandangannya dari teriknya matahari yang menyengat meski angin pantai di sekitarnya mengibarkan rambut hitam panjangnya. “Lize—” Lize berbalik saat mendengar panggilan itu, menemukan Papinya yang sudah siap membaur bersama laut yang membentang luas tidak jauh di depannya. “Ya Pap?” “Apa yang kau pandangin sayang?” Lize menunjuk ke ujung cakrawala, ke arah matahari yang bersinar teriķ. “Terlalu panas.” Papinya tersenyum, “Sebaiknya kau bersenang-senang sementara kita berada di sini.” Lize menggelengkan kepala, “Meskipun ingin tapi aku tidak tertarik. Mana Mami?” “Berjemur.” Lize menoleh ke belakang, melihat Maminya yang sedang hamil adik kembarnya memasuki usia kan
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


