"Maafkan aku. Apa masih terasa sakit?" Shine mencoba untuk mengobati luka-luka yang di dapat Putra di beberapa area wajahnya dengan kapas, alkohol dan obat merah. Meski tidak terlalu parah tapi itu akan meninggalkan bekas. "Aku tidak apa-apa sayang. Jangan khawatir seperti itu." Shine tersenyum saat merasakan elusan di pipinya. Saat ini mereka sedang berada di dalam salah satu apotik untuk membeli obat dan duduk sambil menunggu hujan yang menderas di luar mereda. "Kenapa dia sampai menghajarmu seperti ini?" "Aku tidak tahu. Seingatku tadi, aku hanya duduk di bar menunggu minumanku dan minumanmu lalu berbincang dengan bartender yang sudah aku kenal itu dan tiba-tiba laki-laki itu nyolot, tidak terima dan menghajarku seperti ini. Aku bahkan tidak mengenalnya meski aku tahu dia

