September 2002. Suara-suara itu membangunkannya, ia membalikkan badan kesumber suara yang berada tepat di balik punggungnya. Awalnya ia tak menyadari apa yang sedang terjadi, karena gorden pemisah tempat tidur di klinik itu tertutup. Yang terdengar hanya suara desahan, lalu suara kulit beradu. Tempat tidur itu bergetar dan berkeriet menyangga tubuh atau tubuh-tubuh yang bergerak diatasnya. Ia pikir, hanya ia sendiri yang ada di klinik kampus. Tadi ia diantarkan panitia Ospek karena mendadak pusing setelah disuruh berguling-guling ditanah. “Oh...ahhhh..lu hebat banget sih mainnya, ga nyangka gue, ahhhh...dasar anak baru, udah berani godain seniornya, hahahaha...ahhhh.” Itu suara perempuan, dan ia mendesah dan mengerang. Akhirnya Gaya tahu apa yang sedang terjadi di ranjang sebelah. Tib

