ENDING

1022 Words

Sita mengeluarkan kembali alat uji kehamilan yang tadinya sudah disimpan kembali di dalam tasnya. Tiba-tiba mata Sita berkaca-kaca dan detik berikutnya air mata dengan mudahnya berderai membasahi pipinya. Sita sudah menghapus jejak air mata itu tapi semakin dia menghapus, air matanya justru terus mengalir tanpa henti. Hal itu membuat Rigel ikut bingung. Setelah mempertimbangkan Rigel berpindah ke sofa yang diduduki oleh Sita. Dia tidak peduli seandainya Sita menampar atau bahkan menghadiahi bogem mentah kalau nekat berada di dekat perempuan itu. “Kamu kenapa, Yoan?” tanya Rigel berusaha menenangkan dan menghentikan tangis Sita lewat sentuhannya. “Saya nggak tahu. Tiba-tiba saja mudah terharu dan mudah menangis,” jawab Sita dengan suara terisak. Setelah agak tenang dia kemudian menunjukk

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD