Enam puluh dua

1154 Words

Setelah berada di kamarnya, Jerome melepas jas dan dasinya dengan kasar lalu melemparnya begitu saja di atas ranjang. Dia merutuki dirinya sendiri yang telah lepas kontrol dan tak bisa menurunkan sedikit egonya dalam menghadapi emosi Irza. Seharusnya dia tidak boleh bersikap sekasar itu pada Irza. Biar bagaimanapun Irza adalah istri dan ibu dari anaknya.  Namun tak bisa dipungkiri oleh Jerome bahwa dirinya begitu sakit hati, marah dan kecewa pada Irza. Dia merasa dikhianati dan berbagai emosi buruk berkecamuk di hatinya, yang terus tumbuh subur sejak pengakuan Irza hari itu. Namun ada satu rasa yang tidak bisa dia singkirkan juga, semakin dia mencoba untuk membenci Irza, rasa takut kehilangan perempuan itu juga tumbuh dengan kadar yang sama.  Jerome kembali menghela napas. Menyesali perk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD