Irza sama sekali tidak bisa memusatkan perhatiannya pada presentasi yang sedang disampaikan manajer packaging and quality control tentang produk baru yang akan diluncurkan oleh Elka food. Padahal dia harus mempresentasikan bentuk kemasan yang sudah dirancang oleh timnya. Bahkan sejak sepuluh menit yang lalu Irza terserang kantuk yang begitu hebat. Sekuat tenaga dia berperang melawan kantuknya. Kalau dituruti mungkin dia bisa tertidur di ruang meeting di depan orang-orang yang hadir di tengah acara presentasi, termasuk pemilik perusahaan. Perutnya juga tidak bisa diajak kompromi karena terasa semakin perih hingga membuat tangannya mulai gemetaran. “Giliran lo, Ir,” ujar Bram menyikut pangkal lengan Irza. “Lo aja, Bram. Gue sakit perut.” “Alasan, lo! Udah sana buruan ke podium. Ngeri an

