Dua puluh dua

1159 Words

Jerome bangun lebih awal. Pukul lima pagi dia keluar dari kamar untuk mengambil minum dan mencari sesuatu yang bisa dimakan. Sedangkan Irza, jangan ditanya. Dia masih molor di depan sofa televisi dengan posisi tidur yang jauh dari kata manis. Satu kaki di atas sandaran sofa, kepala hampir terjatuh dari sofa dan lengkap dengan mulut agak sedikit terbuka. Jerome hanya menggeleng melihat posisi tidur perempuan di hadapannya ini. Jerome berinisiatif memperbaiki posisi tidur Irza karena tidak tega melihatnya. Namun baru saja dia menurunkan salah satu kaki Irza yang berada di atas sandaran sofa, perempuan itu menggeliat dan perlahan membuka matanya. Dia terkejut bukan main saat baru membuka mata hal yang pertama dilihat oleh retinanya adalah bayangan Jerome sedang menatap jengah padanya. Irza

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD