Cinta atau Rasa Bersalah?

1273 Words

"Apa maksudmu? Itu anakku." Keenan mengernyit dan menatap tajam Emily. Dia tidak tahu apa yang coba istrinya katakan. Satu hal yang ada di pikirannya sekarang, dia tidak suka mendengar ucapan Emily. Namun kali ini, istrinya tampak diam tanpa banyak bicara lagi. "Jangan mengatakan apa pun yang tidak masuk akal." Emily membuang muka ke luar jendela. Dia terdiam dan membiarkan Keenan melajukan kendaraannya. Sementara dirinya melamun sambil mengelus perutnya. Anak. Anak keduanya dengan lelaki yang berbeda. Emily merasa sangat aneh menyebutnya, tapi semoga ini bisa membuat ibu mertuanya senang. Saat Emily sedang larut dalam pikirannya tentang calon anaknya, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Sebuah panggilan membuatnya langsung mengambil ponselnya. Emily menatap si penelepon yang tidak lain adala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD