Menyesal Menikah

1348 Words

"Ken, bangun. Ini sudah pagi, sampai kapan kaumau tidur? Kau harus bekerja. Ayo bangun!" Guncangan pelan dan suara lembut mengusik ketenangan Keenan yang saat ini tengah terlelap. Lelaki itu menggeliat sembari berusaha membuka matanya. Dia tanpa sadar tersenyum saat merasakan usapan lembut di kepalanya, tapi kemudian matanya dibuat melotot saat melihat orang yang mengusapnya adalah Emily. Refleks, tubuhnya menjauh dan terbangun. "Emily?" "Ada apa dengan reaksimu itu, Ken? Kau seperti melihat hantu." Keenan mengernyit bingung melihat senyum di bibir Emily. Wanita itu tidak berteriak dan bahkan malah memanggilnya dengan lembut. "Kau tersenyum padaku? Apa, apa kau juga mengusap wajahku?" "Kenapa? Kau 'kan yang mau?" Tangan Emily terulur meraih pipi Keenan dan mengelusnya. Dia mendekat sem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD