Tidak Pernah Akur

1358 Words

"Javier?" "Hmpph!" Emily terkejut melihat putranya dengan sengaja membuang muka saat dipanggil. Seolah menunjukkan dengan jelas kekesalannya. Apa Javier masih marah soal tadi? Ini benar-benar memalukan. Gara-gara Keenan, anaknya jadi kesal. Emily menepuk keningnya saat teringat insiden memalukan tadi. Walau begitu, dia berusaha mendekati anaknya yang masih sibuk belajar. "Javier, ini sudah malam, tidurla—" "Iel juga mau tidur, Mommy keluar saja." "Eh?" Emily mengedipkan matanya melihat Javier membereskan meja belajarnya dan berjalan anggun menuju ranjang. Anaknya itu menarik selimut, lalu memejamkan mata, seolah-olah menunjukkan kalau dirinya akan tidur. "Kamu nggak mau ditemani Mommy?" "Iel udah besar, Iel nggak boleh manja," jawab Javier tanpa membuka matanya. Emily yang mendenga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD