"O-om Evan?" Wajah Emily pucat pasi saat melihat kehadiran suami sahabatnya yang berdiri sambil menatap tajam. Dia menelan ludahnya gugup dan berusaha tetap tenang, walau dirinya saat ini sudah cemas bukan main. Emily keringat dingin. Seluruh sarafnya terasa tegang. "Om, Om mau ke mana?" Pertanyaannya tidak langsung dijawab, Evan masih memerhatikannya dengan lekat. Sayangnya, Emily tidak tahu tatapan seperti apa itu. Namun auranya terasa sangat dingin dan menakutkan. Dia benci situasi seperti ini. "Saya akan keluar sebentar. Ashley sedang ngidam sesuatu." "Oh, benarkah?" Emily menghembuskan napas lega sambil tersenyum kecil. Dia menyeka keringat di pelipisnya. Emily sedikit bersyukur Evan tidak mengatakan sesuatu yang aneh. Dia pikir dia selamat. "Kalau begitu, aku masuk dulu—" "Jame

