Tidak Ada yang Tahu

1235 Words

Brak! Pintu ruangan terbuka. Seorang pria masuk dengan senyum tipis di wajahnya. Ekspresi penuh kepuasan terus terlihat di sana. Pagi ini seolah menjadi pagi yang cukup menyenangkan baginya menjalani hidup, setelah hampir enam tahun hidup dalam kesuraman dan keterpurukan. Tangannya pun langsung meraih ponselnya kembali dan me atap foto seorang wanita yang tengah tersenyum. Perasaannya menghangat. Dia senang karena bisa melepas rindu dengan wanitanya, setelah sekian tahun tak bertemu. Namun sialnya, dia belum bisa bicara apa pun. Semua pertanyaan yang awalnya sudah dipersiapkan, langsung menghilang saat dia duduk berdampingan dengan wanita itu. Yang ada di pikirannya hanya dia ingin kembali mencumbunya seperti dulu dan ya, semua sesuai keinginan sialannya. Dia hilang kendali saat di had

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD