"Ini enak, kau yang buat 'kan?" Emily menatap Keenan yang begitu lahap menyantap makan siangnya, dengan ditemani olehnya. Lelaki itu masih bisa tersenyum lebar saat melihatnya datang. "Bukan, itu buatan koki." "Sayang sekali." Wajah Keenan berubah kecewa. "Kenapa kau sangat ingin makan masakanku? Makanan yang kau makan bahkan lebih enak." "Ya, memang, tapi aku cukup suka masakanmu. Kau sepertinya memberi taburan cinta sebagai bumbunya. Itu mungkin kenapa aku selalu menantikan masakanmu." "Huwek!" Emily berpura-pura muntah mendengar perkataan Keenan yang begitu menggelikan untuk didengar. Membicarakan cinta dengan Keenan rasanya perutnya seperti digelitik. "Kau menggelikan, Ken." "Reaksimu terlalu berlebihan. Padahal apa salahnya mengakui itu." Keenan masih dengan santainya menyantap

