#Awal mula
Senja dengan cahaya merah yang menghias di sepasang bola mata anak remaja. Pantai sawarna , di sore itu hembusan angin dan deburan ombak yang bersahabat, seolah mengajak orang - orang yang sedang berada di pibggir pantai untuk melepaskan penat dan beban sejenak agar luruh di dalamnya.
Sepasang remaja yang berbeda bangsa terlihat duduk bersisian sambil memandang ka arah lautan. Anak lelaki itu berambut cokelat keemasan sedang yang perempuan berambut hitam legam. Tak begitu jauh dari tempat mereka duduk, bersandarlah sebuah perahu ya g sudah lapuk tapu masih terlihat baik dan juga masih bisa dipakai untuk berlayar.
"Dimana rumahmu ?" Tanya anak perempuan disamping nya sambil menggores pasir dengan jari mungilnya. Baju terusan berwarna peach nya sudah dipenuhi oleh pasir pantai.
"Kamu kan sudah pernah aku ajak kesana, yang di ujung jalan itu lho....!" sambil menunjuk ke arah jalan.
"Maksudku.... bukan ... rumahmu yang itu tapi rumahmu yang sesungguh nya, kalau rumah yang itu kan hanya tempat tinggal mu untuk sementara saja....!"
" Ooh .... rumah orangtua ku sebenarnya ada di paris. Sangat jauuuuh sekali dari sini. Tapi disana tempat nya sangat indah. Suatu saat nanti akan aku ajak kamu kesana!"
" Benarkah? kamu janji ya ?!"
" Ya, janji!"
Olive terbangun dengan keheranan. Bingung dengan mimpi yang dialaminya semalam. Semenjak ia berangkat sampai ia kembali dari sekolahnya, ia masih belum bisa mengerti dengan mimpi yang dia alami semalam.
Dengan langkah gontai olive berjalan sambil membawa beberapa pekerjaan rumah dan segera mencari tempat untuk mengerjakan tugas - tugasnya itu. Akhirnya olive mendaratkan tubuh nya di bawah pohon kelapa yang lumayan rindang agar tidak terkena sinar matahari yang siang itu sangat terik.
"Olive, hai!" Seorang pria mendekat sambil membawa peralatan menyelam nya. Olive mengangkat sedikit kepalanya dan tersenyum ke arahnya.
" Lagi ngapain liv?"
" Ngerjain tugas nih!"
" Tumben rajin!?"
Pria bernama samuel, dengan gaya nya yang khas berjalan kearah pohon kelapa sambil menyenderkan tubuh nya. Ia pun ijut duduk disebelah olive.
Olive melirik samuel, " Tumben??? Enak saja!"
"Kamu kan biasanya gak terlalu perduli sama yang namanya tugas, biasanya juga dikerjain nya pas mau berangkat ke sekolah,,, hahahha....."
"Ish.... enak aja!" Olive mengambil pasir putih dan melemparkan kearah samuel. Yang dilempari hanya tertawa- tawa bahagia saja sambil menghindari lemparan pasir putih.
"Salut sama mama kamu yang udah sukses bikin kamu jadi anak yang baik kayak gini hehehee....."
" Hmmm, kalo itu saya juga setuju banget sam...." Olive mengangguk tanda setuju. Memang benar apa yang samuel ucapkan tadi semua perubahan dalam diri olive tak luput dari peran sang mama yang rajin dan pandai memasak yang mau mendengarkan segala keluh kesah sang anak. Mama juga setia mendampingi sang ayah dalam membangun penginapan atau Homstay di ujung jalan pedesaan menuju pantai sawarna.
Meskipun penginapan yang sederhana tetapi peninapan milik orangtua olive sangat ramai tamu yang ingin menginap. Sehingga kamar - kamar yang disediakan untuk para tamu yang berwisata ke pantai sawarna kini bertambah menjadi 20 kamar, hal tersebut membuat keluarga olive harus bekerja ekstra agar semua tamu yang menginap merasa nyaman dan betah.
Bersambung.......