15. JATD

1017 Words
Mereka terkejut metika melihat ada ular besar di tengah-tengah kolam air, bukan lagi besar, tetapi ukurannya sudah seperti raksasa. Ular itu menatap mereka semua seakan ingin memangsa mereka hidup-hidup. Suara desisan ular nampak terdengar begitu jelas membuat bulu kuduk seketika merinding mendengarnya. Namun, apapun yang terjadi, mereka harus tetap bisa mendapatkan air untuk menaklukkan kawat-kawat yang menjadi pengganggu dalam perjalanan mereka mendapatkan kekuatan baru. Mereka menoleh ke belakang, rupanya sekelompok ular kecil tadi yang menghalangi langkah mereka ke sini juga sudah bisa menyusul mereka. Hingga mereka akhirnya terkepung, di belakang ada banyak sekali ular kecil dan di depan mereka ada satu ular raksasa. "Justin, kau ambil air itu segera biar kami yang akan mengusir ular-ular itu," ujar Dior. Justin mengangguk hingga akhirnya mereka bagi-bagi tugas, Dior bersama para prajurit berusaha mengusir ular-ular kecil itu, sedangkan Justin akan mengambil sedikit air. Memasukkan air itu ke dalam wadah air yang terbuat dari daun, tubuhnya ia bungkukkan, berusaha mengambil sedikit air dari kolam itu. Belum sempat air itu berhasil diambil, tiba-tiba saja ular raksasa yang ada di tengah kolam itu menyerangnya hingga membuat tubuhnya terpental jauh dari kolam. "Justin! Kau tidak apa-apa?" tanya Dior sambil menghampiri Justin. "Aku tidak apa-apa." Justin bangkit, ia harus tetap bertahan melewati segala rintangan yang ada di sini. Termasuk ular raksasa iblis itu. "Sepertinya ular itu marah saat aku ingin mengambil air di kolam," ujar Justin saat melihat ular raksasa itu nampak diam setelah menyerang Justin. "Biar para prajurit membasmi ular-ular kecil itu, aku akan membantumu mengambil air di kolam itu, Justin." Justin mengangguk, keduanya menatap ke arah kolam dan juga ular raksasa itu bergantian. "Aku ke arah sana dan kau ke arah sana, Justin. Kita akan membagi dua arah agar ular itu kebingungan," ujar Dior. "Iya, Dior. Aku akan pergi ke sana segera!" Keduanya pun berlari berlainan arah. Ular raksasa itu diam saja karena baik Justin dan Dior belum melakukan pergerakan, keduanya akan mengambil air secara berbarengan agar saat salah satu dari mereka diserang, maka ada yang sudah mendapatkan air itu. "Satu ... dua ... tiga!" Di hitungan ketiga, keduanya kompak mengambil air yang ada di dalam kolam. Ular raksasa yang melihat itu pun langsung menyerang, sialnya arah ular itu menuju Justin. Mata ular itu nampak merah, ia terus berdesis seakan tak suka wilayah teritorialnya diganggu oleh sesuatu yang asing. Justin yang melihat kalau ular itu hendak menghampirinya pun segera mengambil air itu kemudian berniat segera menyingkir, tetapi terlambat karena dengan cepat ular itu membelit tubuh Justin yang kecil. "Akhh!" teriak Justin. "Justin!" Dior segera berlari menjauhi kolam saat ular yang sudah menangkap Justin itu hendak menyerangnya juga. Beruntung Dior sudah mendapatkan air dari kolam itu, ia menyihir air yang sudah ia dapatkan agar tersembunyi di tempat lain sehingga nanti saat ia membutuhkan akan sangat mudah diambil. Sayangnya, ia yang berhasil mengambil air, Justin malah tertangkap. Justin berontak, berusaha melepaskan dirinya dari belitan ular ini. Semakin ia berusaha lepas, semakin terasa sesak pula napasnya karena ular itu semakin mengencangkan belitannya. Dior yang melihat itu berusaha menolong Justin, ia menggunakan sihirnya untuk melawan ular itu, tetapi sia-sia saja karena tidak mempan. "Justin, kau tenanglah. Jangan terus bergerak karena hal itu akan membuat belitan itu semakin kencang, aku akan segera menyelamatkanmu!" ujar Dior mencoba memperingati Justin. "B-baiklah!" Sebisa mungkin Justin bersuara, laki-laki itu akhirnya tidak lagi bergerak. Sesuai dengan instruksi Dior, ia akan diam. Billy yang melihat kalau tuannya itu ada dalam bahaya pun ingin menyelamatkan Justin. "B-Billy, jangan mendekat!" teriak Justin memperingati Billy kalau boneka beruang itu tidak perlu membantunya. Billy tetap keras kepala, boneka beruang itu ingin menyelamatkan Justin. Bagaimana pun juga kehidupannya adalah buatan Justin, mati dan hidupnya ada di tangan Justin. Ia tidak akan bisa membiarkan tuannya berada dalam bahaya sedangkan ia selamat, ia akan relakan nyawanya demi menyelamatkan Justin. Billy yang bisa terbang pun menghampiri ular itu, ia berdiri di atas kepala ular raksasa itu hingga membuat si ular merasa tak nyaman. Dengan ekornya, ular itu berusaha menyerang Billy, tetapi Billy jelas lebih sigap untuk menghindar. Justin yang melihat kegesitan Billy dalam menghindar pun takjub, Billy adalah boneka beruang yang begitu baik. Ia beruntung memiliki Billy sampai saat ini. Namun, naas menghampiri Billy saat ular itu mengeluarkan kobaran api dari dalam mulutnya kemudian menyerang Billy hingga Billy terjatuh ke dasar kolam. "Billy!" teriak Justin. Dior yang sedari tadi hanya diam saja pun tidak bisa lama-lama terdiam, ia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Justin. Mata Dior mengarah pada sebuah telur yang berada di ujung kolam, telur besar yang mengambang bersama dengan sarang yang juga sangat besar. Dior yakin kalau itu adalah telur dari si ular raksasa, ternyata ular raksasa itu betina. Hal yang sangat menguntungkan bagi Dior karena ia mempunyai ide agar Justin bisa terlepas. Dior pun langsung terbang menuju telur besar itu, sepertinya dugaannya benar sekali. Ular yang melihat kalau ada sesuatu yang berusaha mengusik telurnya langsung melepaskan Justin begitu saja hingga Justin terjatuh ke dalam kolam kemudian menghampiri sarangnya. Dior yang melihat ular itu menuju padanya pun langsung terbang menghindar, beruntung langkahnya yang gesit itu bisa membuatnya terselamatkan dari serangan di ular raksasa. "Justin!" teriak Dior mencari-cari keberadaan Justin saat ia tak melihat Justin muncul ke atas permukaan kolam. Dior terus mencari, sedikit khawatir karena Justin tak jua ditemukan. Hingga beberapa saat kemudian ia merasa sangat lega sekali saat Justin akhirnya muncul juga di atas permukaan kolam bersama dengan Billy. Laki-laki itu segera berenang menuju tepian kolam, napasnya memburu karena terlalu lama berada di dalam air. "Syukurlah kau selamat, Justin." Dior membantu Justin dan Billy keluar dari kolam itu. Sepertinya mereka tidak benar-benar selamat karena nampaknya ular iblis itu begitu marah. Ular raksasa itu mengamuk, mengacaukan semua yang ada di dalam kolam hingga air yang ada di kolam besar itu berhamburan keluar. Cipratan itu tak kecil, melainkan begitu besar. Hal itu bisa membuat orang yang terkena akan tenggelam bersama dengan guncangan air kolam yang sangat dahsyat. "Semuanya! Lari!" teriak Dior pada para prajurit. Perjalanan masih sangat jauh, Dior tidak mungkin membiarkan para prajuritnya mati sia-sia di sini. Dior membantu Justin hingga akhirnya mereka bisa keluar juga dari tempat itu bertepatan dengan sebuah pintu gua kolam itu yang tiba-tiba tertutup rapat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD