"B-Billy, tanganmu—" "Aku sama sekali tidak apa-apa, Justin, lihatlah aku masih hidup. Yang terpenting kau selamat," potong Billy cepat sambil tersenyum. "Tapi, kau—" "Aku benar-benar baik-baik saja, Justin. Lebih baik kita segera mencari jalan keluar dari sini." Justin menghela napas, hingga akhirnya ia mengangguki perkataan Billy. "Terima kasih karena kau sudah menyelamatkanku, Billy. Sekarang, biarkan aku yang berusaha." Justin membawa Billy ke dalam gendongannya, ia berniat memeluk Billy si boneka beruang itu. Justin melihat ke bawah, di mana masih sangat jauh sekali untuk menapak ke tanah. Agar bisa menapaki tanah, setidaknya ia harus turun perlahan-lahan dari gelombang putíng beliung teratas hingga semakin lama semakin berada di bawah. Billy sudah menyelamatkannya hingga meng

