Kau tak perlu bertanya apa alasanku memilihmu. Karena hati ini tidak pernah meminta ijin untuk mendarat ke tempat yang ia mau. Begitu saja, dengan tiba-tiba. *** ________________________________________ Author pov. Suasana tegang menyelimuti ruangan tempat Kinal dirawat. Baru saja Daniel datang untuk menjenguk Kinal, tapi pria itu malah diseret dan didudukkan oleh Jeje dan Beby di sofa kamar ini. Kini Daniel duduk berhadapan dengan Davi yang sudah memasang tatapan tajam untuknya. Sementara Kinal duduk di kursi roda di samping Davi. "Kalian apa-apaan sih?!" protes Daniel. "Ngga usah sok drama deh lo!" sewot Beby. "Drama apa sih? Gue ngga ngerti maksud kalian," balas Daniel. "Kenapa kamu merencanakan semua ini Daniel?" tanya Davi bernada dingin. "O-om? Merencanakan apa maksud O

