Aku memang terlanjur mencintaimu, dan tak pernah kusesali itu. Seluruh jiwa telah kuserahkan, menggenggam janji setiaku. -Bila Rasaku Ini Rasamu, Kerispatih- *** ________________________________________ Kinal pov. Pemandangan macam apa yang aku liat tadi? Tega sekali kamu Ve, kenapa kamu ngelakuin ini ke aku? Apa salah aku Ve? Apa? Kita harus bicara, di sini, di ruanganku. Aku berdiri di depan Veranda. Aku tatap dia, tapi dia mengalihkan pandangannya ke arah lain. "Kamu tadi ngapain, Ve?" tanyaku. Jika saja ini bukan kantor, mungkin tadi aku sudah memukuli Rezka. "Tadi yang mana?" kata Ve. Apa? Pertanyaan bodoh macam apa ini? "Ngga usah pura-pura bodoh, Ve." balasku, apa dia lupa dengan apa yang dia lakukan tadi?! "Kenapa kamu cium Rezka tadi? Kenapa?!" "Maaf," katanya. "Ken

