Pukul satu dini hari, Malik terbangun karena ingin buang air kecil, pria itu berusaha bangkit dari tidurnya, pandangannya masih berputar-putar sehingga menyulitkannya untuk menjaga keseimbangan. Malik sedikit terkejut karena tak mendapati satu orangpun yang ada disana untuk menjaganya, Malik sendirian, kira-kira kemana semua orang? Kenapa begitu tega. "Ayah!" Malik memanggil ayahnya, karena sejak tadi ia hanya berinteraksi dengan sang ayah, tapi kenapa sekarang ia tak mendapati ayahnya sama sekali? Apakah ayahnya pulang? "Nana nggak pulang ya? Apa ayah bohong?" Gumam Malik dengan suara lirih. Melihat kamarnya begitu sepi membuat Malik merasa sangat hampa, padahal tadi ia seperti sedang tidur memeluk istrinya, tapi ternyata semua itu hanyalah mimpi. Lama terdiam, Malik pun memutuska

