Episode 02.

1574 Words
                                                 JANGAN LUPA SUBSCRIBE                                                           TINGGALIN VOTE                                                   JUGA COMENT NYA YAAAA                                                              TERIMAKASIH !!!   Malam telah tiba tepat pukul 7 malam keluarga Kim Seojoon sudah sampai di pekarangan rumah mewah, setelah di selingi perdebatan sebelumnya sejak sore kakak beradik tersebut mendebatkan apa yang akan mereka pakai dan berakhir si adik yang mengalah mengikuti saran kakaknya.   "Sampai juga! Kristal-Jisoo, Daddy minta jangan buat keributan didalam nanti ok?" Pinta Daddy.   "Ok Dad!" Ucap Kristal lalu turun dari mobil.   "Sayang ayo turun?" Ajak Mom pada Jisoo.   "Ck males banget gue! Mana harus pakai dress gini lagi! Aduhh gue kedinginan nih!" Gerutu batin Jisoo.   "Jisoo! Ayo Turun nak? Apa mau Daddy gendong hm?" Goda Daddy.   "Mau! ayok!" Girang Jisoo.   "Lah padahal tadi Daddy cuma iseng nawarin nya, kok malah diiyain sih?" Gerutu Daddy.   "Jangan sayang! Nanti dress kamu kusut!" Tegur Mom.   "Yaudah aku gak jadi turun!" Kesal Jisoo.   "Iss udah Mom, biar Daddy gendong aja gak papa!" Ujar Daddy yang akhirnya menggendong Puteri bungsunya itu di punggungnya. Mereka tidak sadar jika pemandangan tersebut disaksikan seseorang yang berada di dalam mobil yang baru masuk halaman rumah tersebut.   "Hm menggemaskan!" Batin seseorang tersebut.   Daddy hanya menggendong sang putri sampai depan pintu, sampai sebuah suara terdengar mengurungkan niat mereka untuk memencet bel.   "Selamat malam! Maaf mau bertemu siapa?" Ucap seorang lelaki tinggi nan gagah yang memakai masker.   "Ah iya selamat malam! Emm kami mau bertemu Bogum dan Hye kyo!" Ucap Daddy.   "Ah kalian pasti yang diundang makan malam oleh orang tua ku bukan? Mari silahkan masuk!" Ujar lelaki tersebut kemudian menyuruh mereka semua untuk menunggu di ruang tamu.   "Oh seojoon? Minyoung? Hai apa kabar? Sudah lama tidak bertemu?" Ujar seorang pria paruh baya yang kini memeluk kedua orang tua Jisoo-Kristal.   "Ah kami baik-baik saja! Bagaimana dengan kalian?" tanya balik Daddy.   "Kami juga baik seperti yang kau lihat! Oya apa mereka putri kalian? Astaga mereka cantik-cantik sekali seperti Mommy nya!" Puji seorang wanita paruh baya yang masih terlihat muda "seperti pantaran Mommy!" Pikir Jisoo.   "Ah tentu saja mereka putri cantik kami! sayang perkenalkan mereka adalah sahabat Mom dan Daddy sejak masih pacaran dulu! Itu Bogum dan ini Hye kyo" Ujar Mom pada Kristal-Jisoo.   "Kalian bisa memanggil kami Appa dan Umma! Apakah ini Kristal? Bukankah dia yang sering kau ajak shooting dulu?" Tanya Hye Kyo saat menyambut uluran tangan Kristal.   "Ah kau benar dia sering sekali ku ajak bepergian, dulu sewaktu ia masih kecil!" Ujar Mom.   "Dan yang ini siapa?" Tanya Hye Kyo saat tepat di depan Jisoo.   "Saya asistennya nona kristal!" Ucap Jisoo membuat semua orang disana tertawa.   "Haha iss anak ini benar-benar! Dia bukan asisten Kristal, tapi dia Putri bungsu kami, namanya Kim Jisoo! Ya kami memang tidak pernah memperlihatkannya di hadapan publik karena Jisoo memang tidak menyukai jika kehidupannya di sorot media!" Jelas Mom.   "Ah seperti itu! Mungkin Kristal saat ini seusia dengan putri ku, lalu berapa usia mu Jisoo?" Tanya Hye Kyo.   "Kebetulan Saya baru menginjak usia 50 tahun!" Jawab Jisoo seenaknya.   "Haha minyoung, anak mu ini kenapa menggemaskan sekali sih?" Puji Hye Kyo.   "Ah dimana putramu emm Minho?" Sahut Daddy.   "Dia sedang bersiap! Bukankah tadi kalian bertemu dia di depan?" Tanya Bogum.   "Oh apakah tadi yang memakai masker itu Putramu?" Tanya balik Dad.   "Haha benar itu Minho! Dia baru pulang kerja! Ayo sekarang kita ke meja makan dulu!" Ajak Hye Kyo pada semuanya yang kini tengah menikmati makan malamnya, tak lama kemudian Minho turun dari tangga lalu menghampiri semua orang yang berada di meja makan.   "Maaf saya terlambat!" Ujar Minho yang kini memakai pakaian santainya senada dengan rambutnya yang berwarna hitam, ia terlihat sangat menawan dan cool.   "Wahh apakah ini Minho? Tampan sekali!" Puji Daddy yang kini memeluk Minho.   "Anakmu dulu bukannya yang gemuk itu? Sekarang badannya gagah sekali!" Bisik Mom pada Hye Kyo.   "Haha tentu saja siapa dulu Umma nya!" Bisik Hye Kyo.   Setelah bercipika-cipiki dengan Mom, Dad dan Kristal kini Minho duduk di dekat Jisoo, yang sedari tadi mengacuhkan keberadaannya dan asikk menyantap chikin kesukaannya.     "Aiiss anak ini? Apa aku tidak terlihat?" Pikir Minho.  "Jisoo? Apa kau sudah berkenalan dengan Minho?" Tanya Mom yang duduk di hadapannya.  "Hm? Minho? Siapa Mom?" Tanya balik Jisoo dengan muka polosnya.  "Iss itu Minho sudah duduk di sebelah mu sayang!" Ujar mom membuat Jisoo menoleh ke arah Minho yang kini tersenyum padanya.  "Hai aku Jisoo!" Hanya itu yang diucapkan Jisoo kemudian fokus lagi pada makanannya.  "Oh hai aku Minho! Senang bertemu denganmu Jisoo?" Ujar Jennie yang kesal karena merasa di acuhkan.  "Ji? Kamu kok biasa aja ketemu Minho?" Sahut kristal.  "Hm? Emangnya aku harus bagaimana?" Tanya Jisoo dengan muka bingungnya.  "Jangan bilang kamu gak tau siapa Minho?" Tebak Kristal.  "Tau! Dia kan anaknya Umma Hye Kyo dan Appa bogum!" Jawab Jisoo.  "Aiiss bukan itu Jisoo! Kamu gak tau kalau dia itu aktor sama seperti ku yang aktris! Kamu tidak pernah nonton tv ya?" Ledek Kristal yang kesal pada sang adik.  "Ku pikir seluruh orang Korea mengenaliku, tapi ternyata aku salah!" Batin Minho.  "Enggak! Aku kan lebih suka maen game!" Jawab Jisoo acuh kemudian melanjutkan makan nya lagi.  "Iss sudah-sudah! Sebenarnya ada yang kami ingin kami bicarakan, tapi lebih baik kita selesaikan makannya dulu!" Ujar Appa Bogum.  "Kenapa mereka sepertinya kesal denganku?" Pikir Jisoo saat melihat tatapan Mom, Dad dan Kristal.  "Kenapa dia menggemaskan sekali sih, jika sedang mengunyah seperti itu hm!" Batin Minho.   Setelah makan malam selesai, mereka semua berkumpul di ruang keluarga, Daddy dan Appa menyiapkan mentalnya untuk menceritakan segalanya pada putri mereka tentang sebuah cerita masa lalu.   "Dengarkan apa yang akan Daddy katakan, tanpa boleh menyela!" Ujar Daddy.   "Dulu ketika pernikahan Mom and Dad menginjak 3 tahun, Mommy di vonis susah memiliki keturunan, sampai akhirnya Appa Bogum inilah, yang mempertemukan Daddy dengan seorang dokter kandungan terbaik tepatnya di Amerika sana. Padahal saat itu kondisi keuangan kami sangat menurun, Appa Bogum lah yang membiayai semua keperluan Mom and Dad berangkat dan pulang dari Amerika. Beberapa bulan kemudian Mommy hamil Kristal, pada suatu malam Mommy pulang dari supermarket Mommy hampir aja ditabrak mobil, untung aja ada Appa Bogum yang menyelamatkan Mommy, kalau tidak Daddy tidak tau bagaimana kedepannya, ketika kandungan Mommy sudah menginjak 9 bulan dan siap untuk melahirkan Daddy malah terkena kasus, ya walaupun hanya salah paham namun mengharuskan Daddy menginap di sel tahanan selama 1 bulan. selama itu pula keluarga Appa Bogum lah yang merawat, menemani dan menjaga Mommy selama Daddy tidak ada. semenjak saat itu Daddy bernazar bahwa Daddy akan menikahkan anak Daddy dengan putra Appa Bogum sebagai bentuk rasa terimakasih, atas segala kebaikan hati yang keluarga mereka berikan kepada keluarga kita, terlebih kepada Mommy dan keluarga Appa Bogum sudah menyetujui nazar Daddy tersebut. Jadi kesimpulannya adalah Daddy ingin salah satu dari kalian menikah dengan Minho putra Appa Bogum dan Umma Hye Kyo!" Jelas Daddy.   "Saya juga tidak pernah memaksa salah satu dari kalian, untuk menikah dengan putra saya tapi balik lagi semua itu sudah menjadi nazar Daddy kalian!" Sahut Appa Bogum.   Krik!   Krik!   Krik!   Semua orang sibuk dengan pemikirannya masing-masing, tidak ada yang bersuara baik itu Minho, Jisoo, ataupun Kristal sampai sebuah suara membuyarkan keheningan tersebut.   "Emm bagaimana kalau saya saja yang menentukan kepada siapa saya memilih! Emm tapi kasih saya waktu untuk berfikir?" Ujar Minho.   "Ya baiklah jika itu keinginan kamu sayang! Yang penting kamu tidak keberatan dengan semuanya ini!" Ujar Appa yang mendapat anggukan dari sang putra.   "Umma senang kau tidak keberatan sayang! Dengan kamu menikah dengan kristal ataupun Jisoo, Umma harap kalian bisa saling menjaga dan saling menyayangi satu sama lain seperti halnya Umma dan Mom minyoung!" Ujar Umma Hye Kyo.   "Ah baiklah kalau begitu kami permisi pulang dulu ya? Nanti kita atur lagi pertemuan selanjutnya!" Pamit Daddy beserta keluarga.   Saat Jisoo hendak berpamitan dengan Minho, Jisoo dapat merasakan hembusan nafas lelaki tersebut di telinganya. Karena ia membisikkan sesuatu.   "Persiapkan dirimu!" Bisik Minho yang membuat Jisoo bingung.      Selama perjalanan pulang ke rumah, tidak ada satupun yang bersuara di dalam mobil Daddy dan Mommy pun sesekali melirik ke belakang dimana anak-anaknya sama-sama duduk dengan memandang jalanan luar.   "Jangan sampai dehh si Minho milih gue buat nikah sama dia, gue kan udah punya pacar!" Batin Kristal.   "Maksud itu orang apa ya? "Persiapkan dirimu" emang mau kemana?" Batin Jisoo.   Sesampainya di rumah, Kristal langsung masuk ke kamar diikuti Jisoo di belakang nya. Jisoo memang biasa ke kamar kakaknya kalau lagi galau.      "Ji gimana nih?" Gumam Kristal.    "Apanya?" Tanya Jisoo.   "Iss kok lu biasa aja sih? Kita mau dijodohin loh?" Kesal Kristal karena adiknya itu lemot menangkap maksudnya.   "Kita? Bukanya lu yang bakal nikah sama dia?" Ucap Jisoo tanpa rasa berdosanya.   "Lah kok gue sih? Lu budeg apa gimana? Jelas-jelas Minho bilang dia bakal milih salah satu dari kita! Gue gak mau ji....gue kan udah punya kai!" Ujar Kristal yang merasa frustasi.   "Terus maksud lu ngomong gitu? Gue yang harus nikah sama dia gitu? Ya gak bisa gitu lah....gue aja gak kenal sama tuh orang!" Gerutu Jisoo.   "Putusin aja tuh si kai!" Celetuk Jisoo yang langsung dapat pelototan dari sang kakak.   Yaaakkkk!   Bugh!   Bugh!   Bugh!   "Aww- sakit kak...udah..eh.... iya... sorry....kak aduhh aww!" Teriak kesakitan Jisoo karena Kristal memukul badan nya pake tas mahalnya dia.   "Kejam banget sih jadi kakak!" Gerutu Jisoo.   "Lagian! Itu mulut minta gue lakban apa? Kalau ngomong gak punya otak!" Kesal Kristal.   "Kalau otak punya kalau uang enggak punya hehehehe! Piss damai kak!" Ucap Jisoo.   "Btw lu beneran gak tau siapa minho? Masa' lu gak pernah lihat dimana gitu? Dia banyak maen drama loh, penyanyi,model,bintang iklan juga! Kebangetan emang lu!" Ujar Kristal.   "Sini gue kasih lihat foto-fotonya!" Ucap Kristal menarik Jisoo agar berbaring di sampingnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD