Kalau lu baca buku ini, kemungkinan besar lu lagi belajar atau mau jadi operator excavator. Tenang aja, semua operator hebat juga dulu mulainya dari nol. Jadi sebelum kita ngomongin cara ngoperasiin, kita kenalan dulu sama yang namanya excavator.
Apa Itu Excavator?
Excavator itu alat berat yang biasa dipakai di proyek konstruksi, pertambangan, dan perkebunan. Bentuknya mirip lengan robot besar, bisa muter 360 derajat, dan punya “tangan” buat ngangkat, gali, atau mindahin material kayak tanah, batu, puing, dan lain-lain.
Intinya: kalau ada pekerjaan gali-menggali, besar kemungkinan excavator dipanggil duluan.
Fungsi Excavator
Excavator punya banyak fungsi, antara lain:
Menggali lubang atau parit
Meratakan tanah
Mengangkat material berat
Bongkaran bangunan
Muat material ke truk
Bikin lereng atau tanggul
Bahkan ada juga yang dipakai buat pekerjaan bawah air (kalau udah dimodifikasi)
Jadi jangan heran kalau satu alat ini bisa dikerahkan di banyak jenis proyek.
Tipe-Tipe Excavator
Ada beberapa jenis excavator yang beda ukuran dan kegunaannya:
Mini Excavator (1–6 ton)
Cocok buat proyek kecil atau tempat sempit kayak area perumahan.
Standard Excavator (7–45 ton)
Ini yang paling umum. Dipakai buat proyek jalan, gedung, dll.
Long Reach Excavator
Lengan panjang, dipakai buat pekerjaan di sungai, rawa, atau area susah dijangkau.
Wheeled Excavator
Roda karet, lebih cocok buat permukaan keras kayak jalan aspal. Lebih fleksibel pindah lokasi.
Crawler Excavator
Rantai besi, kuat di medan berat atau tanah lunak. Ini yang sering lu lihat di proyek besar.
Siap! Berikut daftar lengkap dan rincian semua bagian excavator, dari yang utama sampai komponen pendukung. Cocok buat operator pemula biar makin paham “isi perut” excavator.
🔧 Bagian-Bagian Excavator
🅰️ Attachment dan Upper Structure (Bagian Atas)
Bagian yang bisa berputar 360° di atas undercarriage.
1. Cabin / Operator Cabin
Tempat operator duduk dan mengendalikan alat.
Berisi: joystick, pedal, monitor, panel indikator, AC, kursi operator, dan tuas darurat.
2. Boom
Lengan utama yang tersambung ke body dan digunakan untuk mengangkat arm & bucket.
3. Arm (Stick)
Lengan kedua yang menyambung dari boom ke bucket.
Gerakannya untuk mengayun maju-mundur saat menggali.
4. Bucket
Alat kerja utama untuk menggali dan memuat.
Jenis: GP Bucket (tanah biasa), Rock Bucket, Trenching Bucket, Tilt Bucket, Ripper.
Komponen bucket: Tooth (kuku bucket), Adapter, Pin, Link I, Link H, Side Cutter.
5. Hydraulic Cylinders
Silinder-silinder hidrolik yang menggerakkan boom, arm, dan bucket.
Jenis: Boom Cylinder, Arm Cylinder, Bucket Cylinder.
6. Counterweight
Bobot tambahan di belakang body excavator untuk keseimbangan saat mengangkat beban berat.
7. Engine (Mesin Diesel)
Sumber tenaga utama excavator.
Biasanya diesel 4 silinder atau lebih, tergantung ukuran alat.
8. Radiator & Cooling System
Mendinginkan mesin dan oli hidrolik agar tidak overheat.
9. Hydraulic Pump
Pompa utama yang menghasilkan tekanan untuk sistem hidrolik.
Jenis: Main Pump, Pilot Pump.
10. Hydraulic Oil Tank
Tangki penyimpanan oli hidrolik.
11. Fuel Tank
Tangki bahan bakar diesel.
12. Swing Motor
Menggerakkan rotasi badan atas (360°).
13. Swing Bearing / Slew Ring
Bearing besar yang memungkinkan upper structure bisa berputar.
14. Control Valves
Mengatur arah dan tekanan aliran oli ke berbagai aktuator (cylinder & motor).
15. ECU (Electronic Control Unit)
Otak sistem elektronik dan engine.
16. Battery
Sumber daya untuk starter dan sistem kelistrikan.
17. Turning Joint / Swivel Joint
Mengalirkan oli hidrolik dan sinyal elektrik dari bagian bawah
18. Toolbox
Untuk menyimpan alat-alat kecil dan perlengkapan service.
🅱️ UNDERCARRIAGE (Bagian Bawah)
Bagian yang menopang dan memungkinkan excavator bergerak.
1. Track Frame
Rangka utama yang menopang track dan komponen lainnya.
2. Track Shoes / Track Pad
Plat rantai yang bersentuhan langsung dengan tanah.
3. Track Chain / Track Link
Rangkaian rantai yang menghubungkan track shoes.
4. Sprocket
Gear besar di belakang yang menggerakkan track via final drive.
5. Final Drive / Travel Motor
Mengubah tenaga dari hydraulic motor ke gerakan putar sprocket.
6. Track Rollers
Menopang bobot excavator dan menjaga posisi rantai tetap pada tempatnya.
7. Carrier Rollers
Menopang bagian atas track saat bergerak.
8. Idler
Roda depan yang menegangkan track.
9. Track Tensioner
Sistem (biasanya pegas & grease) yang menjaga ketegangan rantai tetap ideal.
SISTEM HIDROLIK & KONTROL
Bagian yang memungkinkan semua gerakan alat bisa dikontrol secara halus dan presisi.
1. Main Hydraulic Pump
Pompa utama bertekanan tinggi.
2. Pilot Pump
Untuk kontrol joystick dan sistem pilot.
3. Hydraulic Lines / Hoses
Selang hidrolik bertekanan tinggi yang menyalurkan oli ke semua komponen.
4. Relief Valve
Melindungi sistem dari tekanan berlebih.
5. Joystick / Control Lever
Tuas kendali yang digunakan operator untuk menggerakkan boom, arm, bucket, dan swing.
6. Foot Pedal
Untuk gerak maju-mundur, rotasi, atau fungsi lainnya.
7. Monitor Panel
Menampilkan info alat: suhu, tekanan oli, jam kerja, error code, dll.
KOMPONEN ENGINE
Komponen utama engine (mesin) pada excavator punya peran penting karena jadi pusat tenaga buat semua aktivitas alat berat ini.
1. Engine Block (Blok Mesin)
Tempat semua komponen utama mesin dipasang, seperti silinder, piston, dan crankshaft. Ini fondasi utama mesin.
2. Cylinder Head
Bagian atas dari mesin, tempat duduknya katup masuk (intake) dan katup buang (exhaust). Di sinilah pembakaran terjadi.
3. Turbocharger
Fungsinya buat ningkatin tenaga mesin dengan memampatkan udara masuk ke ruang bakar. Biar pembakaran lebih maksimal.
4. Air Intake System (Sistem Masuk Udara)
Menyaring dan mengalirkan udara bersih ke ruang bakar.
Komponen: Air Filter (Saringan Udara), Air Inlet Duct (Saluran Masuk Udara), Pre-Cleaner (Pembersih Awal),
Intercooler, Intake Manifold.
5. Fuel System (Sistem Bahan Bakar)
Mengatur aliran solar dari tangki ke injektor.
Komponennya: Fuel tank (tangki bahan bakar), Fuel pump (pompa solar), Fuel filter (saringan), Injector (menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar).
6. Cooling System (Sistem Pendingin)
Menjaga suhu mesin biar nggak overheat.
Komponennya: Radiator, Fan (kipas), Thermostat, Water pump (pompa air), Reservoir Tank (Tangki Cadangan Coolant), Radiator Cap (Tutup Radiator Tekanan), Kondensor AC.
7. Electrical System (Sistem Kelistrikan)
Menyalakan mesin dan mengontrol sistem elektronik lainnya.
Komponennya: Dinamo Starter, Alternator (pengisi daya aki), Aki/baterai, Sensor & ECU (Engine Control Unit).
8. Lubrication System (Sistem Pelumasan)
Melumasi bagian mesin yang bergerak biar nggak aus.
Oli mesin, Oil pump, Oil filter.
9. Exhaust System (Sistem Pembuangan)
Buang gas sisa pembakaran dari ruang mesin.
Komponen: Exhaust manifold, Muffler/silencer.
KOMPONEN PENDUKUNG
1. Work Lights / Lampu Kerja
Untuk penerangan saat kerja malam.
2. Mirrors / Kamera Belakang
Membantu visibilitas saat mengoperasikan alat.
3. Wiper & Washer
Membersihkan kaca depan saat hujan atau kotor.
4. ROPS/FOPS (Safety Cab Structure)
Struktur pelindung kabin dari benturan dan reruntuhan.
5. Fire Extinguisher
Alat pemadam kebakaran (wajib di kabin).
📌 Catatan Tambahan
Setiap pabrikan (misalnya Komatsu, Hitachi, Caterpillar, Kobelco, Hyundai) bisa punya desain atau letak bagian yang agak berbeda, tapi secara umum struktur dan fungsinya sama.