BAB 1: Kenalan Sama Excavator

1080 Words
Kalau lu baca buku ini, kemungkinan besar lu lagi belajar atau mau jadi operator excavator. Tenang aja, semua operator hebat juga dulu mulainya dari nol. Jadi sebelum kita ngomongin cara ngoperasiin, kita kenalan dulu sama yang namanya excavator. Apa Itu Excavator? Excavator itu alat berat yang biasa dipakai di proyek konstruksi, pertambangan, dan perkebunan. Bentuknya mirip lengan robot besar, bisa muter 360 derajat, dan punya “tangan” buat ngangkat, gali, atau mindahin material kayak tanah, batu, puing, dan lain-lain. Intinya: kalau ada pekerjaan gali-menggali, besar kemungkinan excavator dipanggil duluan. Fungsi Excavator Excavator punya banyak fungsi, antara lain: Menggali lubang atau parit Meratakan tanah Mengangkat material berat Bongkaran bangunan Muat material ke truk Bikin lereng atau tanggul Bahkan ada juga yang dipakai buat pekerjaan bawah air (kalau udah dimodifikasi) Jadi jangan heran kalau satu alat ini bisa dikerahkan di banyak jenis proyek. Tipe-Tipe Excavator Ada beberapa jenis excavator yang beda ukuran dan kegunaannya: Mini Excavator (1–6 ton) Cocok buat proyek kecil atau tempat sempit kayak area perumahan. Standard Excavator (7–45 ton) Ini yang paling umum. Dipakai buat proyek jalan, gedung, dll. Long Reach Excavator Lengan panjang, dipakai buat pekerjaan di sungai, rawa, atau area susah dijangkau. Wheeled Excavator Roda karet, lebih cocok buat permukaan keras kayak jalan aspal. Lebih fleksibel pindah lokasi. Crawler Excavator Rantai besi, kuat di medan berat atau tanah lunak. Ini yang sering lu lihat di proyek besar. Siap! Berikut daftar lengkap dan rincian semua bagian excavator, dari yang utama sampai komponen pendukung. Cocok buat operator pemula biar makin paham “isi perut” excavator. 🔧 Bagian-Bagian Excavator 🅰️ Attachment dan Upper Structure (Bagian Atas) Bagian yang bisa berputar 360° di atas undercarriage. 1. Cabin / Operator Cabin Tempat operator duduk dan mengendalikan alat. Berisi: joystick, pedal, monitor, panel indikator, AC, kursi operator, dan tuas darurat. 2. Boom Lengan utama yang tersambung ke body dan digunakan untuk mengangkat arm & bucket. 3. Arm (Stick) Lengan kedua yang menyambung dari boom ke bucket. Gerakannya untuk mengayun maju-mundur saat menggali. 4. Bucket Alat kerja utama untuk menggali dan memuat. Jenis: GP Bucket (tanah biasa), Rock Bucket, Trenching Bucket, Tilt Bucket, Ripper. Komponen bucket: Tooth (kuku bucket), Adapter, Pin, Link I, Link H, Side Cutter. 5. Hydraulic Cylinders Silinder-silinder hidrolik yang menggerakkan boom, arm, dan bucket. Jenis: Boom Cylinder, Arm Cylinder, Bucket Cylinder. 6. Counterweight Bobot tambahan di belakang body excavator untuk keseimbangan saat mengangkat beban berat. 7. Engine (Mesin Diesel) Sumber tenaga utama excavator. Biasanya diesel 4 silinder atau lebih, tergantung ukuran alat. 8. Radiator & Cooling System Mendinginkan mesin dan oli hidrolik agar tidak overheat. 9. Hydraulic Pump Pompa utama yang menghasilkan tekanan untuk sistem hidrolik. Jenis: Main Pump, Pilot Pump. 10. Hydraulic Oil Tank Tangki penyimpanan oli hidrolik. 11. Fuel Tank Tangki bahan bakar diesel. 12. Swing Motor Menggerakkan rotasi badan atas (360°). 13. Swing Bearing / Slew Ring Bearing besar yang memungkinkan upper structure bisa berputar. 14. Control Valves Mengatur arah dan tekanan aliran oli ke berbagai aktuator (cylinder & motor). 15. ECU (Electronic Control Unit) Otak sistem elektronik dan engine. 16. Battery Sumber daya untuk starter dan sistem kelistrikan. 17. Turning Joint / Swivel Joint Mengalirkan oli hidrolik dan sinyal elektrik dari bagian bawah 18. Toolbox Untuk menyimpan alat-alat kecil dan perlengkapan service. 🅱️ UNDERCARRIAGE (Bagian Bawah) Bagian yang menopang dan memungkinkan excavator bergerak. 1. Track Frame Rangka utama yang menopang track dan komponen lainnya. 2. Track Shoes / Track Pad Plat rantai yang bersentuhan langsung dengan tanah. 3. Track Chain / Track Link Rangkaian rantai yang menghubungkan track shoes. 4. Sprocket Gear besar di belakang yang menggerakkan track via final drive. 5. Final Drive / Travel Motor Mengubah tenaga dari hydraulic motor ke gerakan putar sprocket. 6. Track Rollers Menopang bobot excavator dan menjaga posisi rantai tetap pada tempatnya. 7. Carrier Rollers Menopang bagian atas track saat bergerak. 8. Idler Roda depan yang menegangkan track. 9. Track Tensioner Sistem (biasanya pegas & grease) yang menjaga ketegangan rantai tetap ideal. SISTEM HIDROLIK & KONTROL Bagian yang memungkinkan semua gerakan alat bisa dikontrol secara halus dan presisi. 1. Main Hydraulic Pump Pompa utama bertekanan tinggi. 2. Pilot Pump Untuk kontrol joystick dan sistem pilot. 3. Hydraulic Lines / Hoses Selang hidrolik bertekanan tinggi yang menyalurkan oli ke semua komponen. 4. Relief Valve Melindungi sistem dari tekanan berlebih. 5. Joystick / Control Lever Tuas kendali yang digunakan operator untuk menggerakkan boom, arm, bucket, dan swing. 6. Foot Pedal Untuk gerak maju-mundur, rotasi, atau fungsi lainnya. 7. Monitor Panel Menampilkan info alat: suhu, tekanan oli, jam kerja, error code, dll. KOMPONEN ENGINE Komponen utama engine (mesin) pada excavator punya peran penting karena jadi pusat tenaga buat semua aktivitas alat berat ini. 1. Engine Block (Blok Mesin) Tempat semua komponen utama mesin dipasang, seperti silinder, piston, dan crankshaft. Ini fondasi utama mesin. 2. Cylinder Head Bagian atas dari mesin, tempat duduknya katup masuk (intake) dan katup buang (exhaust). Di sinilah pembakaran terjadi. 3. Turbocharger Fungsinya buat ningkatin tenaga mesin dengan memampatkan udara masuk ke ruang bakar. Biar pembakaran lebih maksimal. 4. Air Intake System (Sistem Masuk Udara) Menyaring dan mengalirkan udara bersih ke ruang bakar. Komponen: Air Filter (Saringan Udara), Air Inlet Duct (Saluran Masuk Udara), Pre-Cleaner (Pembersih Awal), Intercooler, Intake Manifold. 5. Fuel System (Sistem Bahan Bakar) Mengatur aliran solar dari tangki ke injektor. Komponennya: Fuel tank (tangki bahan bakar), Fuel pump (pompa solar), Fuel filter (saringan), Injector (menyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar). 6. Cooling System (Sistem Pendingin) Menjaga suhu mesin biar nggak overheat. Komponennya: Radiator, Fan (kipas), Thermostat, Water pump (pompa air), Reservoir Tank (Tangki Cadangan Coolant), Radiator Cap (Tutup Radiator Tekanan), Kondensor AC. 7. Electrical System (Sistem Kelistrikan) Menyalakan mesin dan mengontrol sistem elektronik lainnya. Komponennya: Dinamo Starter, Alternator (pengisi daya aki), Aki/baterai, Sensor & ECU (Engine Control Unit). 8. Lubrication System (Sistem Pelumasan) Melumasi bagian mesin yang bergerak biar nggak aus. Oli mesin, Oil pump, Oil filter. 9. Exhaust System (Sistem Pembuangan) Buang gas sisa pembakaran dari ruang mesin. Komponen: Exhaust manifold, Muffler/silencer. KOMPONEN PENDUKUNG 1. Work Lights / Lampu Kerja Untuk penerangan saat kerja malam. 2. Mirrors / Kamera Belakang Membantu visibilitas saat mengoperasikan alat. 3. Wiper & Washer Membersihkan kaca depan saat hujan atau kotor. 4. ROPS/FOPS (Safety Cab Structure) Struktur pelindung kabin dari benturan dan reruntuhan. 5. Fire Extinguisher Alat pemadam kebakaran (wajib di kabin). 📌 Catatan Tambahan Setiap pabrikan (misalnya Komatsu, Hitachi, Caterpillar, Kobelco, Hyundai) bisa punya desain atau letak bagian yang agak berbeda, tapi secara umum struktur dan fungsinya sama.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD