" Kenapa kamu enggak bilang sebelumnya?" geram Dian. Lana menatap Dian datar. " Kamu sudah tau?" Dian mengangguk. " Dian.. Lana, kalian kenapa?" tanya Rion bingung. Dian mengacuhkan pertanyaan Rion, matanya menatap Lana marah. " Bisa kita bicara di tempat yang agak jauh dari kamar anak-anak?" pinta Lana. " Kita bicara di atas. Ayo." Rion menggakndeng tangan Dian yang tentu saja membuat Lana menggigit bibirnya. Sesampai di lantai dua, Dian, Rion dan Lana duduk saling berhadapan. Rion mencoba memahami situasi macam apa yang sedang ia hadapi. Setahunya sebelum berangkat Dian beramah-tamah dengan Lana. Lalu mengapa sekarang sahabatnya itu terlihat marah? " Kalian.."

