Tiga belas

920 Words

Sudah hampir sejam Rion mengamati laptopnya.  beberapa kali ia merefresh windownya namun sama sekali tidak ada perubahan. tidak ada email masuk dari Dian. Kemanakah wanita itu? apa Dian sudah bosan dan lelah terhadapnya? Rion mengetuk jarinya.. berpikir sesaat. ia menghela napas dan mulai mengetik. Ini pertama kalinya Rion mengirim email pada Dian. ... Usai dari rumah sakit, Rion buru-buru membuka laptopnya dan mengecek email. Ia frustasi karena tidak ada balasan sama sekali dari Dian. Apa yang terjadi dengan Dian sebenarnya? Drrt! Hpnya berbunyi dan dengan malas Rion mengangkatnya. " Halo?" " Yon, Mama meninggal." Rion tertegun dan dengan cepat mengecek nama id penelpon. Kak Gian. Astaga, Ibunya Dian. .... Dian terduduk lemas di lantai.  Ia begitu lelah. entah apa yang ia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD