32 Raut wajah bahagia Nabila langsung meluap ketika melihat wajah Jack. Mata mereka saling bertubrukan dengan sorot yang berbeda. Datar dan sendu. Ketika Nabila hendak melewati Jack, pria itu menarik tangannya dan memeluknya erat. Seolah takut ditinggal lagi. "Lepaskan!" kata Nabila dingin. Bukannya melepaskan, Jack malah semakin mengeratkan pelukan mereka. "Aku tidak akan melepaskanmu, sweetheart. Aku tidak bisa hidup tanpamu." lirihnya. "Halah! Bullshit!! Sebulan gue di sini, buktinya lo masih hidup nih." kesal Nabila. Jack memang masih hidup, itu pun atas dukungan dari orang terdekatnya. Jika tidak, mungkin Jack sudah tinggal nama karena terlalu menyesali kebodohannya. Nabila mendorong kuat Jack ketika merasakan pelukan pria itu melemah. "Ngapain lo di sini?" decihnya sinis. "

