Bintang memencet bel rumah denfan tergesa-gesa. Antara oanik dan merasa tidak enak karena sopir menunggu. Bapak dan Ibu Utomo membuka pintu bersamaan, karena mereka melihat datangan Bintang dari jendela. "Keke..." Keduanya tampak kaget. "Pak, Buk, Keke boleh pinjam uang buat bayar taksi?"tanya Bintang dengan wajah sembapnya. Pak Utomo mengangguk-angguk,"sudah, kamu masuk sana. Biar Bapak yang bayar." Pak Utomo segera menuju taksi yang masih menunggu di depan sana. "Ayo, Ke, masuk." Bu Utomo memeluk lengan Bintang. Setelah duduk, wanita paruh baya itu menyerahkan segelas air putih dan membiarkan Bintang tenang terlebih dahulu. Pak Utomo masuk ke dalam rumah, menutup pintu, lalu bergabung bersama Bintang dan Istrinya."Sudah Bapak bayar, Ke." "Makasih, Pak. Nanti Keke ganti,ya, Pak. Maa

