"Iya, Om, kita pernah bertemu di Amerika sewaktu Kayra liburan,"kata Rizky singkat, tidak perlu menjelaskan dengan detail karena ia rasa itu tidak penting. "Wah sepertinya kalian jodoh." Raka tertawa, lalu memberikan tatapan menggoda pada Kayra."Kita ngobrol sambil makan malam saja ya..." Makan malam diisi dengan obrolan yang lebih terlihat seperti wawancara. Raka mengorek banyak informasi tentang Rizky yang ternyata benar-benar memiliki potensial besar sebagai calon menantu. Jika ia menjadikan Rizky menantunya, ini akan berefek baik untuk perusahaan dan masa depan Kayra tentunya. Sepanjang pembicaraan, Kayra memandang Rizky dengan begitu takjub. Betapa beruntungnya ia bisa bertemu dengan pria seperti Rizky, mendekati sempurna. Hanya tinggal mengambil hatinya saja. Tapi, sepertinya tida

