Bab 25

1117 Words

Jantung Kayra berdebar-debar mendengar penjelasan Rizky,sejak kedatangan pria itu, matanya tidak bis lepas darinya. Ini benar-benar seperti mimpi. Sang Pangeran datang terlambat, tapi, membawa bunga mawar merah sebagai permintaan maaf. "Om, Tante...mohon maaf, Saya harus bawa Bapak dan Ibu pergi, soalnya ada urusan penting,"kata Rizky berpamitan. "Oh begitu,Rizky nggak makan siang dulu?"tanya Ester menawarkan. "Terima kasih, Tante, kebetulan saya sudah makan. Terima kasih atas jamuan makan siangnya. Kami...permisi dulu." "Iya, tapi, bunganya nggak dikasih dulu nih?"tanya Ester dengan nada menggoda. Rizky melihat ke tanyannya yang memegang bucket mawar. Ini baru ia beli di depan resto untuk Keke."Maksudnya, Tante?" "Itu bunga mau dikasih ke Kayra, kan? Kasih aja...jangan malu-malu!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD