ikuti alur

1150 Words

Udara pagiitu terasa berat dan sunyi di dalam apartemen Davin. Laki-laki itu berdiri di dekat pintu, wajahnya menatap kosong ke arah lorong depan. Meskipun kedua matanya tidak lagi bisa melihat, indra penciumannya bekerja sangat tajam. Ia mengenali siapa yang berdiri di ambang pintu hanya dari aroma yang terbawa angin. Aroma jasmin yang kuat, berpadu lavender dan sedikit vanila—tidak salah lagi, itu parfum khas Nyonya Victoria. Namun, sesuatu terasa aneh. Tidak ada aroma parfum woody yang biasa dipakai ayahnya. Sebagai gantinya, ia menangkap aroma ilalang yang lembut, bercampur sentuhan segar lemon. "Ini bukan aroma parfum Papa," pikir Davin. "Jelas di sini berdiri dua orang… dan salah satunya bukan Papa." Alisnya sedikit berkerut. “Di mana Papa? Dan… siapa orang baru ini?” tanyanya dat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD