"Ini bajunya," ucapku sambil meletakkan gaun pengantin yang tertutup dengan plastic bag di depan wanita yang kini duduk menghadap kaca rias dan terlihat tidak bersemangat sama sekali. "Ada apa? Kenapa kau belum mulai merias dirimu padahal sebentar lagi acara pernikahan akan dimulai?" "Jika hanya menikahiku sejarah siri dan hanya disaksikan oleh saksi yang terkait maka seharusnya aku tidak membutuhkan gaun pengantin dan riasan." "Ibu mertua mungkin ingin memberimu sebuah formalitas dan membuat kau terlihat layak di depan orang-orang." "Layak? Dengan gaun milikmu dan pernikahan yang tertutup?" "Ini demi kebaikan kalian semua, ibu mertua mungkin tidak ingin terlalu menunjukkan kesan bahwa kalian menikah karena kecelakaan." "Kehamilanku bukan kecelakaan, tapi buah percintaan." "Ya ya, a

