74

1080 Words

Akhirnya, dia yang kutatap dengan mata nanar dan kuberi ucapan paling tegas memilih mengalah dan bersurut menjauh dengan wajah kecewa. Ya, kurasa dia tak punya alasan lagi untuk menahanku dan anak anak. Jarak yang membentang di antara kami sudah demikian jauh, dia suami orang sementara aku hanya janda bekas istrinya, hidup kami sudah tidak terhubung lagi. * "Thank you ya Mas, udah nganterin," ucapku pada Mas Eko, saat kami turun dari mobilnya. "Hmm, Indira, sebentar ...." Pria itu turun dari mobilnya dan mendekatiku. "Kenapa Mas?" Aku seakan melihat dia ingin mengatakan sesuatu yang penting. "Aku merasa tak tenang setelah melihat tempramen mantan suamimu, aku khawatir tentangmu dan anak-anakmu. Aku ingin melindungi kalian," ucapnya. "Insya Allah aamin, Mas." "Aku ingin kita langsu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD