22

1177 Words

Pukul 05.00 pagi tidurku yang sedang lelap-lelapnya tiba-tiba dikejutkan oleh suara telepon rumah yang berdering di dekat tempat tidurku. Kupikir siapa yang akan menelpon di pagi-pagi seperti ini kecuali keadaannya memang sangat darurat. "Halo." "Ibu, Nyonya mendadak kumat darah tinggi dan langsung dilarikan ke UGD." "Hah? Kenapa?" "Entahlah, sejak kematian bapak dan yang sering menyendiri dan menangis. Saya rasa beliau stress," jawab asisten rumah tangga ibu mertua. "Ya Tuhan, aku turut prihatin, kalau begitu, aku dan Mas ALvin akan segera berangkat ke rumah sakit." "Segera ya Bu." "Iya." Kuraba kenyang suamiku yang ternyata masih panas saja seperti malam tadi, ada di lemari dalam diriku haruskah aku membangunkan dia untuk ikut denganku atau tidak. "Mas, ibumu sakit, kita harus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD