55

974 Words

"Astaga harus kusembunyikan di mana wajahku di hadapan Mas ALvin..." Aku menggumam sambil menutup wajah dengan tangan di depan Mas Alvin, aku malu dan benar benar canggung dipergoki. "A-apa kau menyaksikan semuanya?" "Ya," jawabnya tegas. "Apa kau marah?" "Kalau aku memang marah, maka akan kulampiaskan semuanya di depan ibuku tadi. Aku menahan diriku demi karena aku mencintaimu, dan juga berhutang Budi atas pengorbanan dan diammu selama ini padahal aku berselingkuh." "Kau mencoba bersabar karena itu?" "Ya, disamping aku mencintaimu." "Apa kau tidak merasa kasihan pada Mona?" "Tentu, tapi sudahlah, jangan dibahas lagi." Mas Alvin memutar kemudi berbelok ke kiri menuju komplek perumahan kami. Ia hentikan mobilnya di garasi dan memintaku untuk turun. Aku yang tadinya mau masuk ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD