80

1068 Words

"Aku tidak merasa mengirimkan undangan untukmu memangnya siapa yang akan mengirimnya, kau pikir kau penting, untuk apa aku mengundang pengacau ke pesta kebahagiaanku?" tanyaku yang emosi sekali melihat kardus barang dirusak olehnya. "Kalau bukan kau, siapa lagi selain pria kurang ajar itu kalian berdua sepertinya kompak ingin mengolok-olokku sehingga sampai mengundang ke acara kalian. Kau liat nama yang tertera, itu namaku." "Kenapa kau begitu tersinggung. Mungkin orang punya niat baik dengan itu. Dengan mengajakmu datang ke pesta kami, mungkin Mas Eko berniat berdamai dan ingin melanjutkan hidup dengan baik, kenapa kau selalu berpikiran negatif tentang sikap orang lain?" "Bagaimana aku bisa berpikiran positif setelah apa yang dia lakukan padaku tempo hari! aku benar-benar muak padanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD