"Kalau begitu biarkan aku memikirkannya," jawabku sambil membalikkan badan dan beranjak pergi. Tak payah banyak bicara dan diskusi, ujung ujungnya dia akan minta keistimewaan dan perlakuan khusus. Sudah diberi hati minta jantung, sudah diberi setumpuk kebaikan malah ingin selaut pengorbanan. Tidak tahu mau atau tidak punya hati sebutannya? "Siapa yang datang?" tanya Mas ALvin ketika aku kembali ke kamar dan dia sedang terlihat mengeringkan rambut, sehabis mandi. "Mona." "Kenapa?" "Apa lagi kalau bukan untuk mencari suami dan mencurahkan perhatian." Mas Alvin hanya mendesis sambil berdecak mendengarku mengatakan hal itu. "Dia datang mengantarkan makanan untukmu." "Makanan?" "Ya, Kenapa wajahmu terlihat heran seperti itu." "Seingatku dia tidak bisa masak." "Kalau begitu dia ber

