"Dua puluh juta. Apakah kau bercanda denganku?" "Ya, seperti jumlah uang yang kau ambil dariku, kau mengambil semuanya tanpa sisa," jawabnya dari seberang sana tanpa perasaan. "Tapi aku mengambil hak anak anak dan mengamankan aset yang ada!" "Kau lupa bawa semua aset yang ada serta uang-uang yang terkumpul adalah hasil jerih payah siapa? mengapa kau serakah sekali sampai tidak menyisakan sedikitpun padahal itu juga adalah hakku!" "Kalau memang hakmu untuk apa kau berikan atas namaku?" "Agar aku bisa mengamankannya serta mengamankan perasaanmu!" jawabnya setengah berteriak. Apa? Mengamankan perasaan Apa gunanya mengamankan perasaanku jika dia akhirnya menghianati dan diam-diam main belakang. "Apa gunanya ingin mengamankan perasaanku ketika kau telah beristri lagi. Kau terlambat," j

