91

1141 Words

Setelah kepergian Mas ALvin aku lantas menyusuri pintu lalu naik ke lantai 2 lewat tangga samping. Saat ku buka ternyata anak-anak masih belum tidur Mereka berdiri di dekat jendela dan ternyata menyaksikan apa yang terjadi di antara aku dan ayahnya. "Jadi papa dan Bunda bertengkar lagi?" "Uhm, ti-tidak juga." "Apa, Papa ingin kembali pada Bunda?" "Iya." "Kenapa Bunda tidak terima kalau masih ada kemungkinan?" "Nggak mungkin dong Rina Papa udah menikah dengan perempuan lain sementara Bunda sudah terikat sama Om Eko." "Kalau gitu mestinya Papa tahu...." "Mestinya sih sadar," balasku. "Daritadi pagi sikap papa aneh." "Ya, benar. Tapi kalian tidak perlu memikirkannya karena setelah ini tidak akan ada gangguan lagi dalam kehidupan kita." "Maaf, menurut Bunda Papa adalah gangguan?" "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD