Aku menguatkan niatkan untuk melangkah turun menuju ruang tamu setelah beberapa menit yang lalu, sahabat gesrekku memilih untuk pulang karena sekarang matahari udah mulai kembali pulang. Banyak nasihat yang mereka berikan sebelum pulang, apalagi Hana sama Aira yang emang sensitif, udah deh panjang kali lebar mereka ngomong tadi. Aku tersenyum, menatap sekeliling kamar yang sudah berantakan karena ulah mereka tadi. Bantal-bantal yang seharusnya ada di kasur udah berpindah tempat jadi di lantai dan meja belajar, banyak bekas sheet mask yang berantakan dimana-mana. Aku hanya bisa menggelengkan kepala, memungut sampah-sampah sheet mask, memasukannya ke kantung yang akan aku bawa turun ke bawah. “Gemesin banget mereka emang bun, itu liat kan tingkahnya,” ucap

