“Argh kalian bisa banget bikin gue mewek aja,” teriakku setelah mengeluarkan apa yang aku rasakan saat ini. Mereka semua langsung memeluk aku, Hana yang emang paling sensitif daripada kami semua sudah mengeluarkan air matanya, bahkan yang seharusnya sesegukan itu aku, malah diwakilkan sama Hana. Aku gak habis fikir, kenapa mereka bisa se-peduli itu sih sama orang yang bukan keluarganya? “Gila gue mewek cuman dengerin cerita si Risa, tanggungjawab lu!” ucap Raken yang menghapus air mata yang tidak sengaja keluar dari matanya. “Hahaha seorang Raken menangis karena aku, sungguh luar biasa,” ucapku yang berusaha mencairkan suasana yang sempat tegang beberapa saat yang lalu. “Gila, gue gak suka kalau udah mewek-mewek gini, suka keterusan anjir!” ucap Aira yang berusaha unt

