Untuk ke dua kalinya, Maxime mengajak Pricilla mengunjungi tempat di mana dulu mereka pun pernah singgah di lokasi tersebut. Bukan maksud untuk bernostalgia--Tidak! Bahkan mereka pun tidak memiliki momen bersejarah di tempat itu--, tapi memang tempat yang kini mereka datangi merupakan lokasi favorit Maxime ketika dirinya sedang ingin membuang jenuh dan rasa penat karena padatnya kegiatan kuliah yang terkadang berhasil menyita waktu dan otaknya tanpa mengenal batasan lelah. Maka dari itu, Maxime pun selalu berupaya untuk mengajak siapapun orangnya yang sekiranya sedang membutuhkan tempat relaksasi dari segelintir kehidupan monoton atau sejenis peristiwa pahit yang sempat menimpanya. Seperti halnya yang terjadi pada Pricilla. Maxime tahu betul bahwa gadis itu sedang dalam keadaan yang ti

