Setibanya mereka di dalam kamar, Aaron pun langsung berjalan menuju ke arah tempat tidur. Sambil tak lepas memandang wajah mungil sang gadis yang saat ini masih berada dalam gendongannya, Aaron pun lantas segera membaringkan tubuh kurus itu secara perlahan. Lalu untuk sesaat, pria itu pun mengusap sisi wajah Pricilla yang seketika membuat gadis itu merasakan gelenyar aneh yang mendadak muncul di bagian perutnya. Dan entah kenapa, Pricilla pun hanya diam dan menikmati saja setiap kali Aaron menyentuhnya di bagian mana pun. Seakan ia tidak punya tenaga untuk sekadar menampik sentuhan tangan Aaron yang kadang-kadang menyebabkan bulu kuduk nya berdiri. "Kau sudah menjadi canduku. Jadi jangan pernah mempunyai pikiran untuk pergi dari kehidupanku," gumam si pria sembari membelai wajah gadis it

