Pilihan Yang Sulit

1989 Words

—2— Suasana di ruang rawat milik Aidan benar-benar melebur bersama dengan canda tawa yang menghias. Meski di sana Aidan hanya mampu menikmati sembari terbaring, tetapi tak menampik jika hatinya menghangat melihat pemandangan seperti ini. Suasana ruang rawat tersebut benar-benar hidup, seakan kejadian mengerikan beberapa saat lalu tidak terjadi. Bahkan tak terasa jika hari sudah mulai petang, Reyhan pun akhirnya pamit undur diri bersama Aliana, juga Kiara. Kini, yang tersisa di ruangan berbau obat-obatan hanya Ferdhy, Rida, dan Aidan. Mereka masih sedang asik bercengkerama, menikmati sore yang amat sejuk. Menikmati pemandangan indah tatkala semburat jingga terbit di ufuk barat, proses sinar sang surya tenggelam ke peraduan. "Ma, adek bayi kapan lahir?" tanya Aidan penuh harap. Tentu sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD