Tak Bisa Berbohong Lagi

1148 Words

Hati Ferdhy begitu hancur. Bahkan, lelaki ini terduduk lemas di atas dinginnya lantai UGD kala mengetahui sang putra menghembuskan napas terakhir. Ia tak sanggup bicara apa pun. Pandangannya terasa kosong. Bahkan, hanya linangan air mata yang mampu ia keluarkan dari sudut matanya. Lelaki itu tidak segan untuk menangis di depan partner kerjanya. "Inalillahi wainalillahi rajiun," ucap petugas, turut berbelasungkawa. Suster paham bagaimana perasaan Ferdhy saat ini. Ia bisa merasakan apa yang Ferdhy rasa, karena beberapa tahun lalu dirinya juga pernah kehilangan anaknya. Suster berusaha membantu Ferdhy untuk bangkit, tapi lelaki yang sangat hancur ini, menolak kebaikan hati suster. "Ayo Dok, saya bantu berdiri. Dokter Ferdhy gak boleh kayak gini. Ikhlaskan Dok." Ferdhy menepis pelan tanga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD