“Apa yang harus aku lakukan, setelah menyetujui tawaran anda, Sir?” tanya Clarie. Lucas memposisikan duduknya menjadi tegak dengan kedua tangan menumpuk ke atas meja. Sebelum dia menjawab pertanyaan gadis itu, Lucas menatap Clarie lama, berharap gadis itu tidak terkejut. “Aku ingin kau selalu siap di mana dan kapan pun bila mana aku meminta. Tidak ada penolakan,” ucap Lucas dengan suara pelan, tapi tegas. Clarie menelan salivanya. “Di luar jam kerja kau bisa panggil namaku saja, tidak perlu formal,” ucap Lucas lagi. Kembali, Clarie tak menjawab hanya mendengar semua penjelasan pria itu. “Clarie?” “Baiklah, aku siap,” jawabnya. “Aku akan membuatkan rekening atas namamu besok,” ucap Lucas seraya bangkit dari kursinya dan berjalan menghampiri Clarie dan duduk di meja. Clarie

