Dua Hati “Kenapa Tiara? Kenapa bukan aku? Bukankah harusnya Tuhan tahu kalau aku membutuhkan Mas Gilang. Bukan kamu!” “Aku gak tahu! Tuhan selalu punya rencana untuk setiap hamba-Nya.” Kami terdiam lagi. Cukup lama keheningan menyelimuti kami berdua. “Apa kalian melakukan itu dengan perasaan cinta? Atau hanya sebatas kebutuhan biologis?” “Apa ...?” Aku terbelalak mendengar pertanyaan Amanda. Namun mau tak mau pipiku menghangat. Oh tentu saja percintaan kami selalu panas. Gilang selalu bisa membangkitkan bara api dalam tubuhku. “Apa Mas Gilang sangat b*******h saat mencumbumu. Apa dia selalu menyebut namamu saat gairahnya tersalurkan? Apakah kalian selalu melakukannya setiap malam? Hahaha ....” Amanda tertawa sambil menangis. “Aku mencoba Tiara. Sejak kami pacaran aku mencoba menjadi

