Chapter 24

1435 Words

Jodoh Pilihan Allah Dengan telaten aku mengurut punggung Tiara. Bahkan sesekali harus ikut meringis ketika Tiara sedang merasakan sakit. Mau bagaimana lagi, setiap kontraksi datang, Tiara akan meremas lenganku. Sakit? Tentu saja sakit lah. Tapi aku harus sabar karena sepertinya sakit yang dirasakan Tiara jauh lebih hebat. Satu hal yang harus kuacungi jempol, Tiara sama sekali tak menangis atau berteriak-teriak seperti tetangga di sebelah kami. Di bangsal sebelah, ada ibu muda lain. Posisi kami terhalang tirai. Sejak tadi si ibu muda menangis, meraung-raung bahkan menjerit-jerit. Untungnya sang suami sabar dan terus memberikan semangat pada sang istri. Aku bisa mendengar bagaimana sang suami menenangkan sang istri degan kata-katanya. Tiara meringis lagi, tapi kali ini lenganku malah digi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD