Chapter 26

1072 Words

Epilog ???? Gilang ???? Aku menatap Tiara yang sedang mengomel dengan tatapan geli. Seperti biasa pagiku akan diwarnai dengan teriakan, omelan, gerutuan namun berakhir damai jika semuanya sudah duduk anteng di meja makan. Papah Bara yang sudah terbiasa dengan kegaduhan yang ditimbulkan anak dan cucu-cucunya hanya sesekali terkekeh kemudian fokus kembali pada bacaan korannya. “Lika, kamu masih sekolah. Gak usah sok-sokan pake liptink ah. Pake aja pelembab bibir yang warnanya natural.” “Ya ampun Mamah, 'kan ini lagi ngehits?” “Ngehits apa yang ada kamu dikira tante-tante. Esa juga, ini ngapain rambut kamu cukurnya kayak gitu, yang rapi dong. Masa numpuk di atas kayak gini.” “Mah, ini keren tahu.” “Keren apa, yang ada norak! Hira, Indra. Cepetan pake bajunya. Terus makan.” Kedua anak

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD