Es Batu Mulai Mencair ???? Gilang ???? Aku senang sekali Tiara membelikanku kemeja batik. Bahkan malam harinya langsung aku pakai. “Kamu mau kemana, Lang?” tanya Budhe Narti. “Gak kemana-mana, Budhe.” “Kok pake batik?” “Gak papa kepingin aja.” “Ya ampun Mas, itu belum dicuci juga,” gerutu Hana. “Biarin.” “Mambu Mas.” “Ya gak usah cium-ciumlah. Gitu aja repot.” “Astaga! Mbak Tiara yang sabar ya sama kelakuan nyeleneh masku.” Kulihat Tiara hanya tersenyum kikuk. Ya Allah, kapan es batu dalam hati istriku mencair? Sungguh aku tersiksa. *** “Baru pulang kerja, Lang?” “Iya Pah. Tiara mana?” “Tadi di depan, kayaknya beli sesuatu di warung Pak Ulin.” “Oh.” Aku tengah mencopot sepatuku ketika Papah mengajakku bicara serius. “Sabar ya Lang. Kepergian ibunya memberi Tiara luka yan

