Chapter 12

1267 Words

Ngidam Kamu mau makan apa?” Suara Gilang terdengar lembut sekali. Aku menggeleng. “Ngemil ya. Kamu mau buah atau apa?” Aku menatap Gilang yang juga menatapku dengan binar mata yang tak bisa kudefinisikan. “Mau soto Mbah Man,” sahutku lirih. “Oke. Tunggu ya.” Gilang mengecup keningku lama lalu segera pergi mencari makanan yang kuinginkan. Tak kurang dari setengah jam, Gilang sudah kembali dengan dua mangkok soto. “Makan ya? Aku suapin.” “Gak. Aku bisa sendiri.” “Baiklah.” Aku mulai makan dengan pelan, alhamdulillah ternyata perutku gak mual. Kulirik Gilang yang juga tengah melahap sotonya. Entah kenapa air liurku jadi menetes. “Kenapa?” tanyanya. “Tukeran.” “Hah?” “Tukeran,” rengekku manja. Meski heran Gilang manut saja dan akhirnya aku menghabiskan soto milik Gilang dengan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD